Posted by Zhick Rill. Category:
Pemikiran Aneh
Akhir nya makalah mental aritmatika ini jadi juga, gara gara salah menduga
saya harus begadang, saya kira hari kamis harus tampil, tau tau nya besok.
begini kalok anak kuliah gak pernah tau jadwal
setelah bergelut dengan otak yang dikock kocok menentukan terik dan
permainan, kita uring uringna gak tau harus ngapain, parah nya ni mata gak bisa
merem.
Jadi saya putuskan buat nulis, namun sial lagi, gak tau harus nulis apa,
sempet penge nulis masalah kurikulum yang sedang menjadi
berita hangat, tapi bingung mau ngasi judul apa nanti nya .
oke, karena saya sudah menyebut kurikulum, kita tulis saja masalah kurikulum
yang sedang naik daun.
Setelah satu tahun uji coba pada tahun 2013, kurikulum 2013 akhir nya sah
diterapkan tahun 2014, namun 2014 belum berlalu, dikabarkan kurikum 2013 akan
dihentikan. ternyata pergantian menteri mebuat kurikulum juga diganti, ntahlah
ini politik atau apa.
Dari sebuah acara televisi saya mendengar komentar orang tua tentang k-13
ini, mereka berpendapat k-13 memberatkan anak karena harus belajar lebih lama
dan konsep k-13 tidak mampu dengan otak semua anak.
Jika kita analisis, k-13 hnaya akan pas diterapkan pada sekolah yang
memiliki pasilitas lengkap dan sisiwa siswa yang memiliki kesadaran belajar
yang tinggi, jika yang dua ini tidak terpenuhi, saya yakin k-13 tidak akan
berhasil pada siswa yang memilki kesadaran belajar rendah, merka akan lebih
bermain main, karena memang kesempatan bermain lebih banyak. dan yang paling
patal juga buku buku untuk k-13 belum mampu di alokasikan secara merata,
sehingga proses belajar dengan k-13 jelas tidak lancar.
Pertanyaa saya yang muncul ? apakah ketika kurikulum diterapkan, guru guru
akan benar benar mengikuti cara kurikulum untuk mengajar ? apakah guru tidak
akan menggunakan cara cara yang lebih tepat ,meskipun itu cara lama ? dan
sejauh mana kurikum mampu membentuk siswa siswa sesuai dengan keariafan dan
kondisi lokal lingkungan nya ? bukankan setiap orang, baik jika di didik untuk
mampu memajukan daerah sekitar nya ?
Jika harus ada solusi, aku punya solusi yang sangat konyol, setiap daerah
diberikan wewenang untuk membentuk kurikulum mereka sendiri, dibuat sebuah
lembaga pemerintah yang menyusun kurikulum untuk daerah, mungkin setiap
provinsi atau bahakan tiap kabupaten. jika maslah nya kemampuan siswa harus
merata seluruh negeri, kementrian bisa membuat syarat sayat yang harus ada
dalam kurikulum yang dibentuk oleh lembaga daerah.
Dengan diberikan nya daerah kuasa untuk membentuk kurikulum, maka siswa
siswa bisa diarahakan lebih untuk menjadi SDM yang baik atau berfotensi untuk
daerah tersebut, misak jika disuatu daerah yang mencolok adalah daerah
pertanian, maka dalam kurikulum nya bisa di tekankan maslah pertanian, sehingga
ketika siswa selesai, dia bisa membangun daerah nya.

0 komentar:
Post a Comment