Posted by Zhick Rill. Category:
Kehidupan
Tulisan ini bercerita tentang kisah
seorang anak dan ibu nya yang aku tonton dalam sebuah acara TV. kenapa aku
menulis nya ? sudah pasti karena ada sesuatu, cerita itu membuat mata mata ku
berkaca. membuat ku merasakan sesuatu. rasa yang tak bisa aku gambar kan.
lanjutkan saja membaca nya, mungkin kau akan bisa memahami rasa yang ku maksud
kan.
Seorang anak, kalau tidak salah dia masih sekitar kelas satu, dia ikot dalam acara TV yang menghapl Al Qur'an, dia mengatakan baru saja hapal 1 juz Al Qur'an. yang lain mungkin lebih banyak, mungkin dia yang paling sedikit. katanya anak ini telah membawa cahaya iman dalam keluarga, dan saat itu yang menjadi host menanyakan kepada ibu anak ini, apa maksudnya telah membawa iman dalam keluarga ?
Ibu anak ini dengan rasa bangga dan sedikit keharuan bercerita, " saya adalah seorang mualaf, saya masuk islam sekitar tahun 2004 ( mungkin 2002, saya kurang ingat ), namun saya merasa menjadi muslim tahun 2012. anak ini biasa nya diajarkan Al Qur'an oleh bapak nya, namun kurang intens, saya tidak memiliki banyak waktu untuk mengajarnya karena saya harus bekerja " dengan menahan air mata, mata tampak berkaca " hingga akhirnya saya memutuskan berhenti bekerja agar bisa mengajar ank ini menghapal Al Qur'an secara rutin. hebat nya anak ini yang membuat saya benar benar menjadi muslim, merasa benar benar tersentuh, setiap di suruh membaca ayat secara acak, dia bisa membaca nya, padahal dia tidak sedang memegang Al Qur'an. saya bertanya pada nya, nak, bagaiaman bisa kamu tau menyebut ayat dan membaca nya padahal kamu sedang tidak memegang Al Qur'an ?, kan ada tulisan nya, terang. ( dengan kepolosan anak anak dia menjawab, bayangkan saja ). saya pun heran dan bertanya, tulisan dimana ? kamu kan tidak memegang Al Qur'an. ada terang di HATI jawab nya. saat itu saya benar benar merasa menemukan keimanan. dan saat itu saya benar benar merasa muslim.
Ibu nya juga menceritakan bahwa anak ini menghapl Al Qur'an dengan benar benar baru sekitar 2 bulan, anak kecil dalam dua bulan hapl satu jus ? bagi saya itu sangat luar biasa, karena saya dulu pernah ada pelajaran tahfiz, dan sampai saya kelas saya tidak pernah hapal satu juz.
Tuhan telah menunjukkan kekuasaan Nya, masihkah kita tidak ingin beriman ?
Seorang anak, kalau tidak salah dia masih sekitar kelas satu, dia ikot dalam acara TV yang menghapl Al Qur'an, dia mengatakan baru saja hapal 1 juz Al Qur'an. yang lain mungkin lebih banyak, mungkin dia yang paling sedikit. katanya anak ini telah membawa cahaya iman dalam keluarga, dan saat itu yang menjadi host menanyakan kepada ibu anak ini, apa maksudnya telah membawa iman dalam keluarga ?
Ibu anak ini dengan rasa bangga dan sedikit keharuan bercerita, " saya adalah seorang mualaf, saya masuk islam sekitar tahun 2004 ( mungkin 2002, saya kurang ingat ), namun saya merasa menjadi muslim tahun 2012. anak ini biasa nya diajarkan Al Qur'an oleh bapak nya, namun kurang intens, saya tidak memiliki banyak waktu untuk mengajarnya karena saya harus bekerja " dengan menahan air mata, mata tampak berkaca " hingga akhirnya saya memutuskan berhenti bekerja agar bisa mengajar ank ini menghapal Al Qur'an secara rutin. hebat nya anak ini yang membuat saya benar benar menjadi muslim, merasa benar benar tersentuh, setiap di suruh membaca ayat secara acak, dia bisa membaca nya, padahal dia tidak sedang memegang Al Qur'an. saya bertanya pada nya, nak, bagaiaman bisa kamu tau menyebut ayat dan membaca nya padahal kamu sedang tidak memegang Al Qur'an ?, kan ada tulisan nya, terang. ( dengan kepolosan anak anak dia menjawab, bayangkan saja ). saya pun heran dan bertanya, tulisan dimana ? kamu kan tidak memegang Al Qur'an. ada terang di HATI jawab nya. saat itu saya benar benar merasa menemukan keimanan. dan saat itu saya benar benar merasa muslim.
Ibu nya juga menceritakan bahwa anak ini menghapl Al Qur'an dengan benar benar baru sekitar 2 bulan, anak kecil dalam dua bulan hapl satu jus ? bagi saya itu sangat luar biasa, karena saya dulu pernah ada pelajaran tahfiz, dan sampai saya kelas saya tidak pernah hapal satu juz.
Tuhan telah menunjukkan kekuasaan Nya, masihkah kita tidak ingin beriman ?

0 komentar:
Post a Comment